Our first meeting
Dikala itu disaat bulan Juli tahun 2021, semasa pandemi covid 19. Masa Pengenalan Lingkungan Siswa atau MPLS unit SMK dimulai. Semua anak bersiap siap untuk mempersiapkan dirinya untuk menghadapi MPLS ini, karena yang kita tau MPLS terkenal dengan kakak OSIS yang galak dan garang. Aku, anak alumni sekolah itu juga ikut serta bersiap siap untuk menghadapi MPLS itu. Seiring berjalannya waktu, MPLS pun telah usai dan berlalu, Aku hanya menjadi anak murid dengan kedudukan ketua kelas di kelasku. Pada saat itu dikarenakan pandemi masih berlanjut, semua murid dan guru dipaksa untuk belajar dan mengajar dari rumah atau daring.
"Sebenernya oke juga ya kalau belajar harus dari rumah, jadi gaperlu bangun pagi pagi amat." ucap diriku.
"Iya sih tapi kalau begitu kita susah dapet cowo tau kalau ga offline." ucap teman ku bernama Jomey.
"Jiah…tapi kalo gue sendiri lagi ga minat untuk cari cowo sih." ucap aku percaya diri.
"Alah ga butuh ga butuh entar lu juga tiba tiba punya cowo." ledek jomey
Sedikit mengulik kisah aku sebelumnya, Aku pernah berpacaran ketika aku masih di bangku kelas 8 atau kelas 2 SMP, semasa SMP itu aku menikmati masa masa percintaan anak SMP dengan laki laki yang ku pacari saat itu, namun ntah mengapa nasib buruk menimpa aku sehingga aku berada dalam hubungan yang anak anak jaman sekarang sebut dengan toxic relationship. Dan hal itu sangat membuat aku trauma akan masa masa percintaan itu, karena itu akupun berkeputusan untuk berhenti pacaran saat itu dan tidak dikira hal itu bertahan sampai aku kelas 10 atau 1 SMK.
"Weh ayo ayo join zoom agama." ucap aku diketik dalam group whatsapp.
Karena masih terbatas dalam pertemuan pelajaran, semua murid harus menggunakan aplikasi zoom untuk belajar dan sebagai tanda kehadiran. Pelajaran agama kebetulan berada di hari rabu, dan untuk pelajaran agama kristen dihadiri oleh gabungan seluruh kelas dari AKL, RPL 1&2, dan OTKP.
Seperti biasanya sebelum pelajaran dimulai, Ibu Ernesta atau yang biasa dipanggil Bu Nesta selalu mengabsen data kehadiran anak anak diawal pelajaran seurut dengan kelas masing masing
"Antoni."
"Hadir bu."
"Anggrelio."
"Hadir bu."
"Agriandra."
"Hadir bu."
Dan sampai kelas RPL berlalu, dan masuklah kepada kelas AKL dan OTKP. Seiring berjalannya materi kelas agama, Bu Nesta pun memberikan tugas pertama berjudul "Bertumbuh Dalam Kristus".
"Ini tugas kalian buat dalam PPT sebagus mungkin dan presentasikan minggu depan ya." ucap Bu Nesta.
"Ok bu." ucap semua murid sambil membuka tombol unmute di zoom
"Hadeh tugas lagi tugas lagi, sebenernya agak ga ngerti sih tugasnya ngapain, lu ngerti?" tanya Jomey kepada ku
"Katanya sih cuma disuru buat PPT terus isinya foto foto dan kesaksian lu bertumbuh dalam kristus."
Seminggu sudah berlalu, sampailah kepada hari rabu yaitu hari dimana semua murid agama kristen harus mempresentasikan tugas minggu lalu.
"Ayo siapa yang mau presentasi duluan?" tanya Bu Nesta. Dan seperti biasanya tidak ada yang mau mengajukan diri, lalu aku pun mengajukan diri dan mempresentasikan pekerjaann ku.
"Oke good Angela." ucap Bu Nesta
"Bu, panggil saya AM aja bu, disini terlalu banyak Angel atau Angela, jadi orang orang biasa panggil saya AM bu." ucap saran dari ku
"Oh AM ya, oke oke."
"Siapa lagi yang ingin mengajukan diri?"
tanya Bu Nesta dan lagi lagi tidak ada yang ingin mengajukan diri. Dan tiba tiba terucap lah 1 nama oleh Bu Nesta karena tidak ada yang ingin mengajukan diri.
"Miguel, kamu!"
Bu Nesta pun mengajukan nama itu yang tidak pernah sekalipun terdengar oleh ku.
Saat Miguel mempresentasikan kerjaanya, ia pun membuka mic zoom dia sehingga kita semua dapat mendengar suaranya. Ketika itu aku mendengar suaranya lalu sedikit terkejut karena bisa dibilang suaranya telfonable kalau disebut jaman sekarang atau suara yang enak diajak telfonan hahaha.
"Weh denger dah." aku mengirim VN suara Miguel ke group teman temanku.
"Buset inimah telfonable banget." ucap temenku
"Yakaannnn"
"Ude lu gebet aja em itumah HAHAH." ledek temen temenku.
"Ude gile ya lo."
Beberapa saat berlalu, disetiap pertemuan zoom pelajaran gabungan atau acara gabungan aku selalu melihat wajah Miguel ini di layar zoom ku.
"Aaa.. ini si Miguel itu ternyata."
Dan akhirnya jiwa penasaranku ingin berteman dan ingin mengetahui lebih banyak tentangnya muncul, dan ini adalah awal dari pertemuan kita yang pertama.
Lanjut part 2 kalau penasaran :3
Komentar
Posting Komentar